Erik Erikson berpendapat bahwa perkembangan berlangsung sepanjang hidup, dan setiap tahap membawa “krisis psikososial” yang perlu diselesaikan.
1. Bayi: percaya vs tidak percaya
2. Balita: otonomi vs malu/ragu
3. Prasekolah: inisiatif vs rasa bersalah
4. Usia sekolah: rajin vs rendah diri
5. Remaja: identitas vs kebingungan peran
6. Dewasa muda: keintiman vs isolasi
7. Paruh baya: generativitas vs stagnasi
8. Usia lanjut: integritas ego vs putus asa
Jika krisis tiap tahap diselesaikan dengan baik, seseorang akan membangun kebajikan tertentu. Berbeda dari Freud, Erikson menekankan bahwa perkembangan terus berjalan sampai dewasa dan tua.
Perkembangan
Tahap Psikososial Erikson
Hidup bisa dilihat sebagai 8 tahap dengan 8 krisis psikososial