Penelitian Elizabeth Loftus menunjukkan bahwa memori bisa terdistorsi, bahkan bisa ditanamkan dari luar.
Pertanyaan yang menggiring seperti “Apakah Anda melihat kaca pecah?” meskipun sebenarnya tidak ada kaca, dapat membuat orang mulai “mengingat” detail yang tidak pernah terjadi.
Karena itulah kesaksian saksi mata sering kali tidak bisa dianggap mutlak. Ingatan manusia jauh lebih lentur daripada yang kita bayangkan.
Kognitif
Memori Palsu
Ingatan bukan rekaman utuh, melainkan hasil susunan ulang yang bisa berubah