Istilah ini pertama kali dijelaskan pada 1978. Ini adalah perasaan menetap bahwa keberhasilan diri sendiri tidak benar-benar pantas, atau tidak diperoleh secara sah lewat usaha dan kemampuan sendiri.
Orang dengan impostor syndrome merasa seperti “penipu” dan selalu takut suatu hari akan ketahuan.
Menariknya, fenomena ini justru sangat sering dialami oleh orang-orang berprestasi tinggi. Maya Angelou dan Albert Einstein pun pernah merasakan hal serupa.
Kepribadian
Sindrom Impostor
Kesuksesan tetap terasa palsu meski bukti kemampuan sudah jelas